Selasa, 04 Juli 2017

ANTOON VAN DEN BRAEMBUSSCHE - Paul Celan





PAUL CELAN

IV

Bagaimana cara menulis puisi
setelah Auschwitz?
Perkataan tak terbuka,
Tetapi mengerut
Dalam urat daun ketakutan,
Dalam cabutan akar sekejap.

Batu-batu purba dari ingatan,
yang tersentuh dan yang tak tersentuh,
Oleh waktu,
Waktu tak pernah ada,
dimana aku tak bisa
mengingat namamu lebih lama.

Batu-batu purba menyapa ingatanku,
Bukit Massada yang berdarah
dan merintih dalam rambut kemaluanmu:
kabar buruk
sama seperti Yahudi tanpa nama,
Sama seperti dusta
Mengaras dan tanpa jiwa



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars
04-07-2017







PAUL CELAN

IV

Hoe een gedicht te schrijven
na Auschwitz
Het woord ontvouwt zich niet,
Maar krimpt
In bladnerven angst,
In de ontworteling van het ogenblik.

De menhirs van herinnering,
Beroerd en onberoerd,
Door tijd,
Een onbestaande tijd,
Waarin ik je naam
Niet langer herinner.

De menhirs groeten mijn vergeten,
De massada-heuvel die bloedt
En kermt in je venushaar:
Een Jobstijding
Even Joods als naamloos,
Even onwaarachtig als
Versteend en wezenloos.



Kanttekeningen
Penerbit: P, kota Leuven, 2007
Photo penyair: Karin Borghouts
Gambar sampul buku: Theo De Smedt




Kunjungi juga:
Frozen Poets - Patung-patung, kuburan dan jejak lain dari penyair2



www.alberthagenaars.nl



Tidak ada komentar:

Posting Komentar