Minggu, 26 Mei 2013

CATHARINA BOER - Kenangan akan alam Utrecht




KENANGAN AKAN ALAM UTRECHT

Untuk suamiku Albert Baggermans

Kita berbagi gagasan
bahwa kita berada di sini berabad-abad,
di mana sungai dan bukit-bukit masih menyatu.
Ide itu terbawa oleh angin

dengan pasir putih, rahasia, sesuatu
yang keluar dari impian yang terlupakan.
Kamu mengenal tempat-tempat itu
di mana masa kecil saya mengembara, hutan tua

dan di kedalaman sungai yang lewat pintu air
dan taman raya dan mengulang lagunya. Di sana
kita lakukan semua perlahan sampai matahari
hampir terbenam di balik pohon

mencium air. Simpan gambaran,
kekasihku, yang kadang-kadang samar,
dan membantah kenyataan hari itu,
sebelum kita terlupakan lagi.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars






UTRECHTS LANDSCHAP

Voor mijn man Albert Baggermans

Wij deelden het idee
dat wij hier eeuwen eerder
waren, waar stroom en heuvels
samenkomen. Het woei aan

met het blonde zand, geheim,
iets uit verzonken dromen.
Je herkende plekken waar ik
zwierf als kind, het oude bos en

lager de rivier die langs sluis
en hof haar lied herhaalt. Daar
draalden we tot een lage zon
diffuus vanachter stammen

het water kuste. Bewaar beelden,
lief, die soms vervagen, het reële
tegenspreken, van die dag,
voordat we weer vergeten.



Penerbit: Demer Press, kota Diepenbeek, Belgi, 2010
Photo penyair: Albert Hagenaars
Photo sampul buku: Albert Baggermans




www.alberthagenaars.nl



Minggu, 12 Mei 2013

ERIK HEYMAN (1960 - 2010)




UNTUK NANTI SETELAH KEMATIANKU

Tak seorang tahu kapan saya pernah menulis kalimat terakhirku.
Ketika itu, untuk terakhirnya diri saya mengkhayal
Bahwa saya benar memulai karya saya yang terbaik
Dengan, seperti Hans Andreus, kanker dalam raga saya.

Sekarang saya belum tahu untuk siapa saya akan bersyair
Dan kalimat mana yang akan terdengar di kepalaku
Atau apa yang akan kulakukan setelah kematianku,
Walaupun saya baru saja pada diri saya berjanji

Yang tidak saya mau tahu bahwa itu kata yang terakhir.
Dan saya tidak pernah lagi menceritakan sesuatu yang baru
Kepada istri saya, atau kepada teman, yang waktu itu masih ku kenal.

Karena tahu kematian akan membuat kepiluan:
bagimana, dimana, tak terkenal,tak seorangpun bisa menghitung hari.
Saya hanya berharap bahwa saya masih diri saya sendiri.



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars






VOOR LATER NA MIJN DOOD

Wie weet wanneer ik ooit m'n laatste zinnen schrijf.
Wanneer ik, voor het laatst dan, bij mezelf verzin
Dat ik dan echt wel aan een meesterwerk begin
Met, net als Hans Andreus, kanker in mijn lijf.

Ik weet nu niet voor wie ik dan nog dichten zal
En welke woorden ik zal horen in m'n hoofd
Of wat ik, na dat laatste punt verrichten zal,
Hoewel ik daar zoëven aan mezelf beloofd

Heb dat ik niet wil weten dat 't de laatste zijn.
En dat ik nooit meer nieuwe dingen zal vertellen
Aan m'n vrouw, of aan vrienden, die ik dan nog ken.

Want weten dat je sterven zal doet altijd pijn:
Hoe, waar, is onbekend, je kan geen dagen tellen.
Ik hoop alleen maar dat ik dan mezelf nog ben.



Penerbit: De Contrabas, Belanda, 2010
Photo penyair: Eric Beyts
Desain sampul buku: Michel Janssens
Seleksi: Frank Pollet


www.alberthagenaars.nl



Rabu, 01 Mei 2013

VICTOR VROOMKONING - Sungai





SUNGAI

Kamu tahu jalanya, tepinya, dasarnya.
Kau mampu berlayar,memancing,berenang,
kadang kamu bermain di atas es.
Bisakah dia tanpamu?
Kalau dia kering, masihkah ada sungai?
Punyakah sungai itu perasaan?
Kalau seseorang menukar air dari sungai Maas
dan sungai Waal, bergantikah juga namanya?

Sungai adalah seperti wanita yang hidup bersamamu.
Dia nyata,tapi jangan bertanya bagaimana.



Terjemahan: Siti Wahyuningsih & Albert Hagenaars




EEN RIVIER

Je kent haar loop, haar oevers,
haar bedding. Je kunt erin
varen, vissen, zwemmen, erop
schaatsen soms. Kan ze zonder jou?
Staat ze droog, is ze dan nog rivier?
Heeft ze een ziel? Verwisselt men
het water van Maas en Waal,
wisselen dan ook de namen?

Een rivier is als zij met wie je leeft.
Ze bestaat, maar vraag me niet hoe.



Dari buku 'Ommezien - Gedichten 2008 - 1983.
Penerbit: De Arbeiderspers, Amsterdam, 2008.

Photo penyair: © Siti Wahyuningsih, 2008.



www.alberthagenaars.nl



JAN KOSTWINDER (1960 -2001) - Malaikat






*

Malaikat, kata gadis itu; dia menengadahkan
tangannya ke arahku -
aku adalah surga pengantinya.

Tetapi dia yang mematahkan sengatanku
menusukanya ke dalam tubuhku,
dan akan mencukil kedua mataku keluar.

Dan lihat, malaikat terbakar
dengan kedua sayapnya -



Terjemahan: © Siti Wahyuningsih dan Albert Hagenaars







*

Engel, zegt ze; ze steekt
haar handen naar je uit –
je bent haar hemelse bruidegom.

Maar die je angel breekt
en in je steekt, steekt
je later beide ogen uit.

En kijk, de engel brandt,
met beide vleugels –



Penerbit: Thomas Rap, Amsterdam, Belanda, 2003.
Kumpulan seleksi dan kata pendahuluan: Hein Aalders dan Chrétien Breukers.
Photo penyair dan anaknya: © Albert Hagenaars.